Senin, 30 Agustus 2021

Peduli Nasib Anak Yatim Ditengah Pademi, DPC Demokrat Nganjuk Gelontor Bantuan

 

Foto ketua DPC Memberikan santunan anak yatim(foto oleh Ahmad Rizal Daniswara)


Nganjuk- Dalam upaya membantu pemerintah untuk penanggulangan dampak covid-19. Dewan Pimpinan Cabang partai democrat kabupaten nganjuk mengadakan bulan bakti partai democrat dengan menyambangi anak yatim untuk memberikan santunan berupa paket sembako. Selain memberikan paket sembako kepada anak yatim, DPC Demokrat memberikan paket sembako pada kaum fakir miskin yang berada disekitar kecamatan lengkong.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu 22 agustus 2021 di kecamatan lengkong kabupaten nganjuk, yang dihadiri langsung oleh ketua DPC beserta jajaran pegurus.

“Kami mengadakan kegiatan ini dalam rangka mengikuti instruksi ketua umum partai demokrat mas Agus Harimurti Yudoyono (AHY). Kegiatan ini untuk membantu masyarakat dalam meringankan beban ekonomi, kami memulai dengan membagikan sembako ke warga sekitar” ujar Fauzi irwana Ketua DPC Partai Demokrat.

Kegiatan ini sering dilakukan guna meringankan beban masyarakat ditengah pandemi covid-19 ditambah dengan adanya PPKM yang terus diperpanjang membuat masyarakat kesulitan mencari nafkah. Dengan adanya kegiatan ini harapannya bias membantu ekonomi masyarakat.(red)

Rabu, 21 April 2021

Genjot Digitalisasi Sektor Pariwisata, DISPARPORABUD Kabupaten Nganjuk Tandatangani MoU dengan Start Up LOKANIA

Proses Penandatangan MoU antara Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk dan Strat Up LOKANIA

Nganjuk - Dalam upaya peningkatan sektor pariwisata di Kabupaten Nganjuk ditengah pandemi Covid-19 , melalui Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk mengandeng Strat Up LOKANIA untuk digitalisasi objek-objek wisata di Kabupaten Nganjuk.

Pada hari Rabu, 21 April 2021 bertepatan dengan Peringatan Hari Kartini  bertempat di Kantor Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk, telah di tandatangani perjanjian kerjasama atau MoU (Memorandum Of Understanding) anatara Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk dengan Strat Up LOKANIA.

Penandatangan  MoU, ini berkaitan dengan digitalisasi promosi objek-objek wisata di Kabupaten Nganjuk dan pemesanan tiket objek-objek wisata secara digital , yang langsung di tandatangani oleh kelapa dinas dan CMO (Chief Marketing Officer) Strat Up LOKANIA.

"Dengan MoU yang kita gagas bersama Disparporabud dan LOKANIA, diharapkan dapat menjadi sarana Promosi Wisata Nganjuk yang lebih luas lagi dari promosi wisata yang telah dilaksanakan selama ini" ujar Drs. Gunawan Widagdo, M.S selaku kepala Disparporabud Kabupaten Nganjuk.

"Kerjasama dengan semangat saling asah, asih asuh ini  semoga dapat dilanggengkan dengan variasi dan bentuk kerjasama lainnya di masa yang akan datang" tambah nya.

sementara itu kepala bidang PPP Disparporabud kabupaten Nganjuk bapak Eka Farudin, ST., MM  juga mengaspresiasi Strat Up LOKANIA yang mau berkontribusi untuk memajukan promosi pariwisata via digital.

"Kami sangat mengapresiasi anak-anak muda yang mempunyai gagasan seperti tim LOKANIA ini, memang saat ini semua serba digital, maka dari itu kami menyambut baik kerjasama dengan LOKANIA ini karena kami ingin objek-objek wisata di Kabupaten Nganjuk ini bisa lebih di kenal oleh masyarakat luas,dan kami juga ingin kedepan objek-objek wisata ini terkoneksi secara digital" ujar Eka Farudin

Strat Up LOKANIA merupakan layanan connection platform vacation yang memiliki beberapa fitur menarik untuk digitalisasi sektor pariwisata, seperti penjualan tiket objek wisata, artikel promosi wisata, layanan pemesanan travel, pemesanan penginapan seperti hotel, apartemen, kos dan villa serta layanan marketplace oleh-oleh kas daerah.

"Kami sangat berterimakasih banyak kepada Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk yang telah memberikan kesempatan kepada kami Strat Up LOKANIA  nntuk membantu mendigitalisasi objek-objek wisata di Kabupaten Nganjuk ini, ini merupakan kerjasama pertama kami dengan pihak Pemerintah Daerah,melalui aplikasi LOKANIA kami berharap nanti kedepan nya Kabupaten Nganjuk dapat menjadi Kabupaten Pertama di Indonesia yang seluruh objek wisatamya dapat terkoneksi secara digital" ujar Mochammad Dadang Firmansyah selaku CMO (Chief Marketing Officer) Strat Up LOKANIA. (Red)

Selasa, 16 Maret 2021

Nganjuk Corruption Watch Kritik Kebijakan BKD Nganjuk Yang Rugikan CPNS

 

Zen Asyrofi Direktur Eksekutif  Nganjuk Corruption Watch

Nganjuk - Direktur Eksekutif Nganjuk Corruption Watch menyoroti kebijakan BKD Kabupaten Nganjuk melalui surat pengumuman nomor 893.3/177/411.404/2021 yang ditanda tangani oleh kepala BKD Kabupaten Nganjuk Dr. Sopini, A.P, MM pada tanggal 18 February 2021 yang dinilai sanggat merugikan CPNS Kabupaten Nganjuk angkatan tahun 2021. 

Dalam surat pengumuman tersebut pada Poin 3 para CPNS Kabupaten Nganjuk angkatan tahun 2021 sejumlah lebih dari 600 orang tersebut di  wajibkan menandatangani surat pernyataan keseanggupan dan kesediaan membayar biaya pendidikan pelatihan dasar bagi CPNS dengan biaya mandiri sebesar Rp.5.260.000,- (Lima Juta Dua Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah) per orang.

Padahal menurut Peraturan Lembaga Administrasi Negara Repubik Indonesia (PerLAN RI) nomor 3 tahun 2021  BAB VII tentang Pembiayaan Pelatihan Dasar CPNS pasal 29 ayat 1 yang berbunyi " Pembiayaan Program Peatihan Dasar CPNS dibebankan pada anggaran instansi pemerintah asal peserta".

"Disini artinya sesuai PerLAN RI nomor 3 tahun 2021 tersebut biaya LATSAR CPNS ini harusnya di bayarkan oleh pemerintah daerah atau instansi terkait bukan dari peserta atau dari CPNS sendiri, ini tentu sangat memberatkan apalagi para CPNS ini kan baru di angkat, dan gaji nya pun gak banyak karena rata-rata golongan III A, jika disuruh membayar 5 juta sekian tersebut pasti sanggat memberatkan mereka" Ujar Zen Asryorofi Direktur Eksekutif Nganjuk Corruption Watch

"Ini agak ngawur juga Pemerintah Kabupaten Nganjuk khususnya Badan Kepegawaian Daerah bisa-bisanya membuat surat pengumuman dan kebijakan yang menyeleneh, bisa di bilang PUNGLI ini, padahal di Peraturan di atasnya khususnya di PerLAN RI nomor 3 tahun 2021 sudah di jelaskan secara jelas di pasal 29 ayat 1 jika biaya LATSAR CPNS ini di bebankan pada pemerintah atau instansi pengirim bukan dari peserta atau CPNS itu sendiri" tambah pria yang akrab di panggil Gus Zen tersebut.

"Kami Nganjuk Corruption Watch berharap kebijakan yang menyimpang peraturan pemerintah seperti ini yang bisa di kategorikan PUNGLI (Punggutan Liar) jika pengacu pada PerLAN RI nomor 3 tahun 2021 bisa di hilangkan dari Kabupaten Nganjuk, coba di hitung saja Rp. 5.260.000,- dikalikan 600 orang saja, meskipun saya tau lebih dari 600 orang CPNS Kabupaten Nganjuk tahun 2021 ini, itu sudah 3,15 Miliyar" tambah Alvin Arido Sekjend Nganjuk Corruption Watch.

berikut surat pengumuman Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Nganjuk tersebut:












Jumat, 01 Januari 2021

Di Tengah Pandemi, 4 Gadis Cantik Ini Luncurkan Stratup Untuk Bantu UMKM Go Digital

 
Kediri - Pandemi Covid-19 yang berlalu hingga akhir tahun ini membuat pertumbuhan ekonomi yang cukup rendah, hal ini sangat berdampak kepada dunia industri termasuk UMKM dan IKM.Selain itu kurang nya mobilitas masyarakat di era pandemi saat ini membuat gerai-gerai toko UMKM dan IKM pun menjadi sepi pembeli, sehingga membuat penurunan omset yang cukup signifikan, dan membuat banyak UMKM dan IKM harus gulung tikar di tahun 2020 ini. 

Meskipun terjadi peningkatan yang sangat pesat terhadap transaksi Online di masa pandemi ini, nyatanya tidak berdampak banyak kepada UMKM dan IKM. Hal ini di sebabkan karena marketplace online yang besar di Indonesia seperti tak bersahabat dengan pelaku industri kecil. Contohnya Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan lainnya dirasa lebih menguntungkan para industri besar dan suplayer besar karena banyak memberikan diskon yang sangat murah, hal ini tentu tidak dapat di ikuti oleh industri kecil dengan minim modal seperti UMKM dan IKM. Selain itu adanya keterbatasan pengetahuan para pelaku UMKM dan IKM tentang pemasaran produk mereka secara digital menjadi kendala tersendiri dalam upaya bersaing di marketplace besar tersebut.

Hal itulah yang mendorong 4 orang gadis millenial ini membentuk dan meluncurkan Start Up untuk membantu UMKM dan IKM go digital yang bernama KIOS (Kediri IKM Online Shop). Start Up KIOS sendiri di launching tepat di tanggal 1 Januari 2021.

"Sesuai nama nya KIOS (Kediri IKM Online Shop), kami ingin fokus membantu UMKM dan IKM lokal Kediri khususnya untuk go digital, Kami sengaja meluncurkan Strat Up ini tepat di hari pertama tahun 2021 ini, karena kami ingin menggunakan semangat tahun baru ini untuk harapan baru bagi para UMKM dan IKM untuk kembali pulih di tengah Pandemi Covid-19 ini" Ujar Febiana CEO (Chief Executive Officer) KIOS

"Selain itu kami juga ingin kedepan dapat fokus membuat UMKM dan IKM lokal Kediri ini produk nya bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional, karena menurut kami dengan membuat produk UMKM dan IKM ini go digital artinya bisa terpromosikan secara lebih luas tanpa mengenal batas ruang" tambah Risma N.S CMO (Chief Marketing Officer) KIOS.

"Kami juga berharap agar kedepan UMKM dan IKM bisa lebih melek finansial karena selain membantu mendigitalisasi produk mereka, kami melalui KIOS juga akan memberikan pelatihan, pendidikan dan pendampingan untuk Scale Up bisnis mereka melalui kelas bisnis KIOS agar usaha mereka makin berkembang" ungkap Ami Susanti CFO (Chief Financial Officer) KIOS.

"Terakhir dengan adanya KIOS ini kami berharap bisa bermanfaat untuk UMKM dan IKM di Kediri khususnya, karena ini memang niat ber empat sejak awal untuk membantu mengembangkan produk lokal Kediri" tambah Linda Rosita COO (Chief Executive Officer) KIOS.

Sementara ini layananan Strat Up KIOS masih hanya bisa di nikmati penguna android dan aplikasi dapat di download melalui Google Play Store, dan untuk perangkat IOS akan menyusul di kemudian hari, Sebagai tambahan informasi Aplikasi KIOS ini memiliki 5 Layanan yaitu, Marketplace, Kelas Bisnis, Digital Marketing, KIOS Talent dan KIOS Info. (Red)

 


Rabu, 16 Desember 2020

Start Up Asal Sidoarjo  Kolaborasi dengan Ocean Plastic Prevention Accelerator  (OPPA) untuk Atasi  Masalah Sampah

Foto Management & Karyawan Start Up GELEDEK

Sidoarjo – Permasalahan sampah memang menjadi isue utama di bidang lingkungan hingga saat ini. Sampah plastik merupakan sampah yang sanggat besar volumenya di bumi ini dan masih sangat minim pengelolaan dengan baik. Minimnya perhatian baik pemerintah maupun masyarakat akan kesadaran lingkungan menjadi momok akan tambah paranya pencemaran akbat sampah plastik di lingkungan. Sampah plastik selain menumpuk di daratan sekarang juga menumpuk di laut dan sangat menggangu ekosistem laut.

Ocean Plastic Prevention Accelerator  (OPPA) adalah suatu program yang di inisiasi oleh  SecondMuse dengan tujuan membangun ekosistem inovasi  sosial demi mengatasi polusi sampah plastik di laut indonesia.

Kota Surabaya merupakan lokasi pertama untuk Pilot project OPPA pada tahun 2020 ini. Melalui berbagai kegiatan kolaboratif, OPPA mencoba mencari  solusi inovatif untuk mengatasi tantangan dalam sistem pengelolaan sampah lokal dan sektor daur ulang. OPPA berkolaborasi  dengan inovator,pemerintah, komunitas smart cities, perusahaan. Dengan tujuan membangun ekonomi masyarakat yang memiliki dampak positid untuk sosial dan lingkungan.

Mulai bulan Desember 2020 ini OPPA akan berkolaborasi dengan salah satu strat up lokal dari kabupaten Sidoarjo bernama GELEDEK yang berada di bawah naungan CV. KPL SAE.  untuk mengatasi isue lingkungan terkait pengelolaan sampah. Stratup GELEDEK  sendiri merupakan stratup yang sudah berdiri sejak tahun 2018 dan berfokus tentang pengelolaan sampah, mulai dari pengangkutan sampah, pengelolaan sampah online, daur ulang sampah hingga edukasi tentang cara mengelola sampah di sekolah-sekolah lingkup kabupaten Sidoarjo.

“Kami sangat senang terpilih menjadi salah satu mitra dari OPPA, kami tau seleksi dari OPPA ini sanggat ketat sekali, tapi kami bersyukur komitment dan visi-misi  kami  sejalan dengan OPPA sehingga kami dapat berkolaborasi pada program ini” ujar Dena Chief Marketing Officer (CMO) stratup GELEDEK.

“Saat ini memang Startup GELEDEK baru melayani lingkup kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya tapi kami yakin dengan bersinergi dengan OPPA ini dapat menambah pengalaman dan wawasan kami terkait pengelolaan sampah secara digital, dan kami berharap juga dapat di lirik oleh perusahaan Modal Ventura yang peduli lingkungan, sehingga dapat menjadi suntikan energi kami untukl memperluas layanan ke seluruh Indonesia” tambah Dena gadis yang juga sedang mengambil study S1 di negeri panda tersebut.

Anggota DPR RI Komisi IX ,Gelar Acara Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja Tahun 2020

Kediri - Tingginya kenaikan angka perceraian, pernikahan dini, pemaksaan pernikahan, dan permasalahan keluarga yang memicu keretakan keharmonisan terus menghiasi mengiringi berita pandemi covid 19. terlebih bagi para remaja yang dalam masa belajar dari rumah, pembelajaran via daring kadang justru menimbulkan efek konsumtif pelajar pada konten media sosial yang sering menjurus pada ketertarikan pada lawan jenis. kefahaman pada kesehatan reproduksi yang masih rendah, menjadikan kekhawatiran akan bagaimana remaja ini nanti menyiapkan masa depannya.

Anggota DPR RI Komisi IX Anggia Erma Rini, MKM  bermitra dengan BKKBN Jawa Timur berkomitmen untuk menjaga kesehatan dan masa depan remaja, mengadakan kegiatan sosialisasi Pembangunan Keluarga bersama Mitra Kerja melalui Genre Ceria (GenRe: Generasi Berencana) tahun 2020 yang dilaksanakan di Balai Desa Putih kecamatan Gampengrejo Kediri yang diikuti oleh remaja se Kabupaten Kediri pada hari Selasa kemarin, 15 Desember 2020. kegiatan ini bertujuan membekali remaja dalam usia pranikah untuk selalu produktif dan visioner dalam merencanakan kehidupan masa depan.

"Remaja adalah penggerak bangsa dimasa depan. maka kefahaman dan kesiapan merencanakan, menyusun masa depan harus dimulai sejak dini. karena bangsa yang sehat, juga dimulai dari usia pernikahan yang sehat-ideal antara pasangan. yakni minimal 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. dan sudah cukup siap secara psikologis, fisik, ekonomi, sosial agar keluarga-keluarga ideal ini nanti menjadi tonggak bangsa" papar Anggia Erma Rini dalam sambutan pembukaan acara.

Dra. Suhartuti, MM selaku perwakilan dari BKKBN Jatim pun turut mengiyakan atas apa yang disampaikan oleh Anggia Erma Rini. remaja yang sehat adalah investasi negara di masa depan. remaja yang jauh dari sex bebas maupun napza. pemahaman positif seperti inilah yang menurutnya harus ditularkan sebanyak mungkin.

Kiri-Kanan ( Dra. Suhartuti, MM - Anggia Erma Rini - Dewi Mariya Ulfa)
 Sementara itu tampak hadir pula wakil bupati Kabupaten Kediri terpilih Dewi Mariya Ulfa dalam acara  tersebut mendampingi Anggota DPR RI Komisi IX Anggia Erma Rini.

sebagai penutup acara, moderator bercanda menambahkan bahwa jodoh sudah ditetapkan oleh tuhan. tapi tergantung ditetapkan ssbagai pasangan di pelaminan, atau malah hanya jadi tamu undangan. Yang penting, bagaimana juga masa depan harus direncanakan bersama (red: Risma n.s)

Rabu, 09 Desember 2020

Mbak Dewi Sungkem Ke Orang Tua Sebelum Nyoblos Ke TPS

Mbak Dewi Meminta Doa kedua Orang Tua sebelum Berangkat ke TPS

Kediri -  Calon Wakil Bupati Kabupaten Kediri Dewi Mariya Ulfa menyalurkan hak pilih mereka di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di TPS 008 Dusun  Brenjuk, Desa Jambean - Keras  pada Rabu pagi, 9 Desember 2020. Sebelum ke TPS, Mbak Dewi sungkem ke orang tuanya yang rumahnya tak jauh dari TPS.

Mbak Dewi mengaku sudah biasa sungkem dan meminta restu orang tua setiap kali mengambil keputusan. Apalagi ketika berniat menjadi wakil bupat kabupaten Kediri mendampingi mas Dhito pada PILKADA serentak 2020 ini.

"Ke mana pun saya pergi mulai kecil minta izin ke ibu dan bapak. Ridha orang tua ridha Gusti Allah. orang tua saya cuman minta satu, sejahterakan warga Kediri,dan tetap jaga amanah jika kelak di beri mandat oleh rakyat memimpin Kabupaten Kediri bareng mas Dhito" katanya.

Bersama kedua orang tua dan keluarga besar, mbak Dewi jalan ke TPS untuk menyalurkan hak suara pada pukul 09:00 WIB. Menurut pantauan TIM  Lapangan Bravo Dhito-Dew,i Di TPS 008 ini menerapkan standart protokol kesehatan yang ketat. Setiap calon pemilih yang datang diminta mencuci tangan sebelum antre di tempat pemungutan , Ia kemudian duduk mengantre dengan berjarak dan kemudian beranjak ke TPS setelah dipanggil oleh petugas.

 

Mbak Dewi calon wakil bupati kabupaten Kediri menggunkan hak suaranya di TPS 008

Sebelum dicoblos, Ketua Fatayat NU kabupaten Kediri itu menunjukkan kertas suara ke awak media. Usai mencoblos, kepada wartawan mbak Dewi berharap PILKADA hari ini bisa berjalan lancar, sukses, aman pastinya, dan tentu ikhtiar kami, saya dan mas Dhito berharap besar untuk memenangkan hati masyarakat kabupaten Kediri.

"Rasanya Dek,dek-an tapi saya yakin, ikhtiar yang kami lakukan selama ini dapat membuat masyarakat Kediri bisa mempercayakan kepada kami untuk memimpin Kabupaten Kediri 5 tahun mendatang" ujar mbak Dewi (Red : Risma N.S)


 

 

 

Sabtu, 05 Desember 2020

Elektabilitas Unggul jelang Pilkada, Sugiri Do'akan Ipong Cepat Sehat

Debat ke-3 Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup dan Cawabup) Ponorogo tahun 2020

Ponorogo - Jumat, 4 Desember 2020, gelaran Debat ke-3 sekaligus debat terakhir adu program dan gagasan kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup dan Cawabup) Ponorogo yang diselenggarakan oleh KPU Ponorogo di Gedung Sasana Praja.

Namun penampilan debat ketiga ini berbeda dengan sebelumnya, sebab paslon 02 Ipong Muchlissoni nampak tidak hadir karena sakit dan hanya dihadiri wakilnya, Bambang Tri Wahono.

"Ipong memang tidak hadir dalam debat lantaran sedang sakit, Dalam surat itu Pak Ipong memang sakit. Ada surat dokternya juga," ujar Munajat saat menggelar jumpa pers.

Ketua KPU Kabupaten Ponorogo saat ditanya surat izin sakitnya dari dokter mana atau rumah sakit mana dengan tegas menjawab bahwa tidak disebutkan rumah sakit mana dan hanya bersurat bahwa pada sore hari ini tidak bisa hadir dalam debat,”tadi dengan surat tidak disebutkan dari rumah sakit mana, cuma dengan bersurat kepada KPU Kabupaten Ponorogo, bahwa pada sore hari ini beliau tidak bisa ikut debat publik yang ke tiga ini,”terang Munajat.

Munajat juga menambahkan bahwa surat masuk itu sekitar pukul sepuluh tadi pagi,” surat masuk pada siang tadi sekitar pukul sepuluh tadi pagi, dan di dalam surat tidak disebutkan sakitnya. Surat itu hanya surat pemberitahuan ke KPU Kabupaten Ponorogo bahwa pada pelaksanaan debat pada sore hari ini tidak bisa mengikuti dengan alasan sakit,”tambahnya.

Sementara itu mendengar rival nya sedang sakit dan tidak bisa hadir dalam debat, Cabup Sugiri Sancoko didampingi Lisdyarita meminta masyarakat Ponorogo beserta relawan untuk mendoakan cabup nomor 02 itu segera diberikan kesembuhan dan diangkat penyakitnya. Bahkan, ia berencana menjenguk Ipong dengan mengajak media.

Dalam debat ke 3 kali ini pasangan Sugiri Sancoko - Lisdyarita menjelaskan program ungulan mereka yang di beri nama Nawa Darma Nyata untuk kabupaten Ponorogo hebat kedepan. Sugiri yakin jika visi dan misi yang mereka usung dapat membawa kesejahteraan masyarakat Ponorogo.

Disisi lain menjelang akhir masa kampanye, The Republic Institute merilis hasil survei Cabup-Cawabup Ponorogo jelang Pilkada Serentak 9 Desember mendatang, Kamis (3/12/2020). Penelitian dan survei ini dilakukan oleh Fatckhul Mujib, kandidat Doktor Charles University Praha, Republic Ceko.

Sufyanto, Founder The Republic Institute saat menunjukan hasil survei dua paslon jelang Pilbup Ponorogo 2020

Sufyanto, Founder The Republic Institute, menyatakan survei ini menggunakan teknik pengambilan sampel multi stage random. Ada 600 responden yang dilibatkan, tersebar di 21 kecamatan.

"Survei dilakukan pada tanggal 22 hingga 30 November 2020, dengan margin error sebesar 3,8 persen," ujar Sufyanto.

Hasil survei Cabup-Cawabup Ponorogo ini cukup mengejutkan. Sufyanto memaparkan, elektabilitas pasangan calon Sugiri Sancoko dan Lisdyarita, mengungguli petahana dengan selisih cukup signifikan. Elektabilitas Sugiri Sancoko dan Lisdyarita mencapai 52,7% sedangkan Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono sebesar 42,5%. Sementara yang menyatakan tidak tahu terdapat 4,8%.