NInews.Online - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berkali-kali menyampaikan pernyataan yang menyindir Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat menyampaikan pidato di acara pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar.
Tercatat,
setidaknya terdapat tiga pernyataan Airlangga yang menyindir Bamsoet.
Sindiran pertama disampaikan Airlangga saat menyapa Bamsoet.
Ia
berkata bahwa antara dirinya dan Bamsoet memiliki sebuah kesepakatan.
Menurutnya, kesepakatan itu hanya diketahui oleh dirinya, Bamsoet, dan
Allah Subhanahu wa Ta'ala (SWT).
"Ketua MPR, Bamsoet, yang saya sama Pak Bamsoet ada kesepakatan yang
tahu saya sama Pak Bamsoet dan Allah SWT," kata Airlangga di Hotel
Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (14/11).
Sindiran selanjutnya disampaikan oleh Airlangga yang berharap tidak
terjadi aksi saling sikut-sikutan dalam perebutan kursi Ketua Umum
Partai Golkar di Musyawarah Nasional (Munas) pada 4 hingga 6 Desember
mendatang. Munas, menurutnya, menjadi ajang untuk bersenang-senang.
"Pak Presiden kemarin bilang tidak ada sikut-sikutan yang ada persatuan dan ini untuk rakyat Indonesia," ujar Airlangga.
Terakhir,
Airlangga menyindir sejumlah kunjungan ke partai politik yang dilakukan
Bamsoet dalam beberapa waktu terakhir. Airlangga meyakini langkah
Bamsoet tersebut dilakukan dalam rangka mempromosikan Pancasila dan
semangat musyawarah untuk mufakat.
"Ketua MPR sedang rodshow
untuk mempromosikan Pancasila dan salah satunya musyawarah mufakat.
Betul ya Pak Ketua MPR?" kata Airlangga.
Di akhir pidatonya, Airlangga pun menyampaikan dua buah pantun yang
menyindir soal pelaksanaan pemilihan Ketum Golkar periode 2019-2024. Dua
pantun yang disampaikan Airlangga itu pun sempat menimbulkan keriuhan
dalam ruangan Rapimnas Partai Golkar.
"Menunggu Munas berdebar di
hati. Melirik ke kanan melirik ke kiri. Jangan ragu pilih nahkoda. Demi
Golkar jangan tergoda," ucap Menko Perekonomian itu.
"Sudah
gaharu cendana pula. Sudah tahu bertanya pula. Jangan disikut atau
disikat kawan sendiri. Mari bersatu besarkan partai," imbuhnya.
Airlangga
dan Bamsoet diketahui merupakan dua sosok yang paling terdepan dalam
bursa calon ketum Partai Golkar periode 2019-2024. Persaingan antara
keduanya kembali memanas setelah loyalis Bamsoet Junaedi Elvis
menyatakan bahwa Bamsoet akan tetap maju calon ketum Partai Golkar
periode 2019-2024 pada akhir Oktober lalu.


0 comments: