NInews.Online - Sekitar 1000 lebih bibit pohon mangrove jenis sonneratia alba ditanam
di pesisir Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten
Banyuwangi, seluas 15 hektar.
Acara yang digelar Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi itu diikuti
para pelajar, kelompok nelayan, pegiat lingkungan, karang taruna serta
perwakilan dari Taman Nasional Alas Purwo (TNAP).
Ketua Panitia Pelaksana Agus Yanto menjelaskan, penanaman 1000
mangrove ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat, sekaligus sebagai
sarana edukasi bagi pelajar agar peduli dan mengenal lingkungan sejak
dini, terutama di wilayah pesisir.
"Kami sengaja menggagas acara ini, karena kami peduli dan kami juga
ingin semua masyarakat tahu pentingnya tanaman mangrove bagi kita
semua," kata Agus, Senin (13/1/2020).
Agus yang juga Ketua Kelompok Nelayan itu menambahkan, luasan lahan
di pesisir pantai yang ditanami pohon mangrove jenis sonneratia alba
tersebut mencapai 15 hektar.
"Kegiatan tanam 1000 mangrove ini pertama kali kami lakukan. Mudah-mudahan ini menjadi awal kepedulian kita semua," ujarnya.
Ia juga menyebut, di area pesisir yang dekat dengan tambak udang dan
ikan tersebut telah mengalami kerusakan ekosistem yang cukup
memprihatinkan, sehingga memicu hasil tangkapan ikan nelayan setempat
mengalami penurunan.
"Sudah beberapa tahun ini, tangkapan ikan para nelayan mengalami
penurunan, mudah-mudahan dengan upaya ini bisa kembali pulih ekosistem
di sini," katanya.
Mereka berharap, melalui kegiatan tanam 1000 mangrove ini masyarakat
dapat tergugah hatinya serta peduli terhadap lingkungan pesisir.
Sehingga tanaman mangrove di lingkungan Desa Kedunggebang dapat tumbuh
dan berkembang serta menjadi pelindung bagi habitat ikan dan hewan
lainnya.
"Harapannya dengan kegiatan ini ya mereka ada sedikit bisikan hati
nurani, berkesinambungan dalam merawat mangrove, sebenarnya acara ini
juga sebagai peringatan hari sejuta pohon sedunia," ungkapnya.
Sementara itu, Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi melalui
pendamping dan penyuluh, Nani Susilowati, sangat mengapresiasi kegiatan
dari kelompok nelayan setempat. Sebab telah memiliki inisiatif menanam
1000 mangrove.
"Kelompok nelayan Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo ini
merupakan kelompok yang paling aktif, patut kami beri apresiasi," tambah
Nani.
Nani juga mengajak masyarakat, untuk tidak hanya menanam mangrove
saja. Akan tetapi juga turut menjaga dan merawatnya. Sebab tanaman
mangrove itu bisa hidup dan bisa mati.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak membuang sampah
secara sembarangan, baik itu di sungai maupun di area pesisir. Karena
sampah dapat merusak ekosistem alam.
"Jangan membuang sampah di sungai, karena air sungai akan mengalir ke
laut, ini untuk teman-teman semua, baik yang rumahnya dekat maupun
jauh," tandas Nani.


0 comments: