NInews.Online - Gagasan Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menambah anggaran hingga Rp 100 Juta setiap RT dinilai masuk akal.
Sosiolog politik Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Agus Mahfud
Fauzi mengatakan, anggaran Pemkot Surabaya mumpuni menggelontorkan dana
tersebut dengan melihat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya yang
besar.
“Gagasan yang dilontarkan Whisnu Sakti sudah tepat. Salah satunya
berkaca pada PAD Surabaya,” katanya saat dikonfirmasi media, Selasa
(12/11/2019).
Ia menilai program tersebut layak dan terbilang berani untuk diturunkan di 9.118 RT di 31 Wilayah Kecamatan Se-Surabaya.
Lebih lanjut, Agus Mahfud melihat jika rencana Whisnu Sakti
menggelontorkan dana besar ke RT diselaraskan dengan program lain agar
lebih maksimal. “Salah satunya dengan penguatan Badan Usaha milik RT
yang juga telah diungkapkan oleh Whisnu Sakti,” paparnya.
Dengan begitu, kata Agus masing-masing RT akan mampu memenuhi
kebutuhan sendiri. Sekaligus menguatkan perekonomian masyarakat langsung
ke akarnya.
Diketahui, Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana memberikan
gagasan dan ide visi misinya. Gagasan ini digelar di Hotel Bumi
Surabaya, Minggu kemarin.
Politisi PDIP ini memastikan jika dirinya berencana menggelontor dana untuk RT demi kesetaraan ekonomi.
“Pondasi pembangunan di Surabaya diawali oleh Pak Bambang DH kemudian
dilanjutkan oleh Bu Risma. Saya siap mengisi apa yang sudah dilakukan
oleh dua kader PDIP itu,” ujar pria yang akrab disapa WS ini.
Alokasi anggaran 50-100 juta per RT akan diwujudkan demi pemerataan pembangunan infrastruktur, SDM, dan ekonomi.
Upgrading Kampung Dolly menjadi kawasan sentral industri kreatif akan
kita lanjutkan. Badan-badan usaha milik RT akan dikembangkan bersinergi
dengan Kampung Tematik.


0 comments: