Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata Ma'ruf, angka kemiskinan per Maret 2019 tercatat masih mencapai 25,14 juta orang. Angka tersebut mencapai 9,41 persen dari total penduduk Indonesia.
"Kita tak boleh puas diri, penurunan tingkat kemiskinan harus lebih cepat lagi dan berlangsung menyeluruh. Meski tingkat kemiskinan satu digit tapi angkanya masih cukup besar, sekitar 25 juta orang," ujar Ma'ruf.
Ma'ruf mengatakan terdapat sejumlah prioritas yang akan dilakukan
pemerintah untuk menekan kemiskinan. Salah satunya, melalui kemudahan
untuk mendapatkan pembiayaan bagi pelaku UMKM dan penyederhanaan
perizinan.
Fasilitas tersebut diberikan karena selama ini produktivitas UMKM masih
sangat rendah. Masalah tersebut kata Ma'ruf tak lepas dari rendahnya
tingkat pendidikan, pemanfaatan teknologi yang terbatas, minim akses
bahan baku hingga akses pemodalan.
"Keuangan berbasis bank dan mikro dapat memudahkan usaha mikro kecil untuk memperoleh pembiayaan. Bisa juga dilakukan penyederhanaan atau mungkin penghapusan izin regulasi yang menghambat," katanya.
Untuk itu, Ma'ruf mendorong perbaikan reformasi birokrasi sebagai upaya menanggulangi kemiskinan. Ia pun meminta pada seluruh pejabat daerah agar mau bekerja sama demi mencapai hal tersebut.
"Keuangan berbasis bank dan mikro dapat memudahkan usaha mikro kecil untuk memperoleh pembiayaan. Bisa juga dilakukan penyederhanaan atau mungkin penghapusan izin regulasi yang menghambat," katanya.
Untuk itu, Ma'ruf mendorong perbaikan reformasi birokrasi sebagai upaya menanggulangi kemiskinan. Ia pun meminta pada seluruh pejabat daerah agar mau bekerja sama demi mencapai hal tersebut.
"Tanpa bekerja bersama, koordinasi yang kuat antara pusat dan
daerah, maka produktivitas Indonesia maju akan sulit menjadi kenyataan,"
tuturnya.


0 comments: