![]() |
| Anggota komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ecky Awal Mucharam |
NInews.Online - Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru tentang perkembangan sektor
ketenagakerjaan mengkhawatirkan. Hal tersebut dikarenakan jumlah
pengangguran yang meningkat menjadi 7,05 juta pada Agustus 2019 dari
Februari 2019 yang di angka 6,8 juta.
Dari sisi persentase, tingkat pengguran terbuka (TPT) pada Agustus
mencapai 5,28 persen; naik dari 5,01 persen pada Februari 2019. Jika
memerhatikan berbagai indikator, dapat dikatakan sektor ketenagakerjaan
tertekan cukup nyata.
Menanggapi hal tersebut, Anggota komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia (DPR RI), Ecky Awal Mucharam mengingatkan bahwa
tekanan terhadap sektor ketenagakerjaan cukup tinggi.
Persoalan diawali dari kegagalan mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi,
sehingga stimulus terhadap ekspansi bisnis juga gagal. Realisasi
investasi juga menurun, karena iklim berusaha yang tidak kunjung
membaik.
“Beberapa rilis lembaga dunia tentang daya saing ekonomi, tidak
menempatkan Indonesia sebagai negara yang menarik untuk tujuan
investasi” ujar Ecky di Jakarta (13/11/2019).
Disisi lain ekonomi terus bergantung pada kekuatan konsumsi rumah tangga, sehingga aktvitas produktif cenderung terbatas.
“Saya sangat khawatir bahwa kondisi ketenagakerjaan ini terus
memburuk. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja
yang bekerja pada Agustus 2019 hanya 126,51 juta yang turun dari 129,36
juta pada Februari 2019. Artinya, ada sekitar 2,85 juta tenaga kerja
yang kehilangan pekerjaan selama 6 bulan terakhir.” papar Wakil Ketua
Fraksi PKS ini.
Ecky memaparkan bahwa, situasi ketenagakerjaan semakin rumit karena daya saing sumberdaya manusia kita pun belum cukup prima.
“Tantangan itu meningkat, karena penetrasi teknologi dan revolusi
industri 4.0 yang memaksa tenaga kerja untuk mampu menyesuaikan dengan
perubahan lingkungan bisnis, di tengah-tengah pendidikan yang masih
rendah dan kondisi lingkungan ekonomi belum kondusif,” pungkas politisi
dari Dapil Jawa Barat ini.


0 comments: