NInews.Online - Oleh: Radhar Tribaskoro
Yang paling jelas Iran bukan musuh. Dalam pergaulan
internasional, Indonesia dan Iran selalu berada di pihak yang sama. Iran
misalnya konsisten membela Palestina dan dengan keras menentang
aneksasi Jerusalem oleh Israel. Iran bersama Suriah dan Irak, dulu
selalu tegak melawan dominasi Israel di Timur Tengah. Sementara Arab
Saudi menyerah dan malah menjadi boneka Amerika Serikat (AS).
Sekarang Suriah dan Irak sudah melemah setelah intervensi AS. Tinggal
tersisa Iran yang berdiri di sana bertahan melawan Israel dan AS.
Sudah jelas pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani adalah provokasi
untuk menyulut invasi AS ke Iran. AS terlalu percaya diri. Berbeda
dengan Suriah dan Irak, negara Iran relatif homogen dan bersatu.
Mestinya AS tahu resiko melawan negara yang bersatu, bahkan negara kecil
Vietnam tidak dapat mereka kalahkan. Mereka akan menemukan batu
sandungan bila meluaskan operasi militernya di tanah Persia.
Lepas dari perbedaan mazhab suni-syiah, simpati kita berada di
belakang Iran dalam upayanya melawan kekuatan asing yang ingin
mengobrak-abrik tradisi, budaya dan agama Timur Tengah.
Simpati kita kepada mereka yang lemah dan tertindas.


0 comments: