NInews.Online - WhatsApp disebut bakal memperbarui fiturnya di tahun ini. Namun,
adanya pembaruan di platform perpesanan terpopuler ini diprediksi bakal
menuai perdebatan.
Bagaimana tidak, aplikasi milik Facebook itu akan menghadirkan iklan di platform-nya.
Dikutip dari Metro via Tekno Liputan6.com, kehadiran iklan di
WhatsApp sebenarnya sudah terendus sejak tahun lalu. Informasi ini
pertama kali diungkap oleh konsultan media sosial Matt Navara di
Twitternya.
Dalam unggahannya itu, dia sempat menampilkan desain iklan yang
nantinya tampil di aplikasi. Jadi, seperti di Instagram, iklan ini akan
tampil di Stories WhatsApp.
Rencananya, iklan di status WhatsApp ini akan rilis pada 2020 dan
menandai perubahan besar di platform tersebut. Terlebih, usai dibeli
Facebook, aplikasi ini pernah berjanji tidak akan menayangkan iklan di
platform-nya.
Menyusul keputusan Facebook menayangkan iklan di WhatsApp juga
membuat dua pendirinya hengkang dari perusahaan. Kabarnya, mereka
hengkang karena Facebook memiliki strategi bisnis yang bersebrangan
dengan WhatsApp.
Kendati demikian, belum ada kepastian apakah iklan akan benar-benar
hadir di aplikasi tersebut tahun ini. Untuk itu, menarik menunggu
pengumuman resmi dari perusahaan.
Selain iklan, di tahun ini, WhatsApp juga disebut akan kedatangan
sejumlah fitur baru. Salah satunya adalah dark mode yang sudah
ditunggu-tunggu.
Fitur lain yang juga diprediksi akan hadir pada WhatsApp di tahun 2020 adalah Pencari Gambar atau Image Search.
Kehadiran fitur ini didasari masalah pemalsuan gambar yang membuat para pengguna tertipu atau jadi korban hoaks.
Menurut kabar, fitur Search by Image ini masih dalam tahap pengujian.
Kemungkinan hanya pengguna versi Beta yang bisa mengaksesnya.
Namun, nantinya fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengklik gambar
yang dikirim lewat WhatsApp dan mencarinya di sumber Google untuk
memverifikasi sumber aslinya.
Fitur ini menggunakan kemampuan Google Custom Search untuk pencarian gambar.
WhatsApp juga mengembangkan sebuah fitur yang ditujukan untuk
meningkatkan privasi pengguna, yakni self destructing message atau hapus
pesan otomatis.
Self destructing message memungkinkan pesan secara otomatis terhapus atau hilang sendiri sesaat setelah dibaca oleh penerima.
Fitur ini sudah ada di Telegram dan kini menurut bocoran dari
WABetaInfo, WhatsApp bakal menghadirkannya. Pihak WhatsApp telah menguji
coba kemampuan hapus pesan otomatis kepada sejumlah pengguna.
Menurut bocoran, fitur ini akan dinamai Dissapearing Messages. Namun,
kabar terbaru menyebut, fitur ini diganti namanya menjadi Delete
Messages.
Pengirim pesan bisa memilih, apakah pesan yang dikirimkan akan hilang
dalam waktu satu jam, satu hari, satu minggu, satu bulan, atau satu
tahun setelah dibaca.
WABetaInfo menyebut, fitur ini akan tersedia baik dalam percakapan individu maupun grup.


0 comments: