NInews.Online - Cara yang banyak dilakukan untuk mencegah resistensi insulin
adalah dengan mengurangi asupan karbohidrat dan protein hewani, seperti
ikan dan udang. Konsumsi protein hewani yang terlalu tinggi diketahui
bisa sebabkan masalah resistensi insulin.
Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Syarief Hidayatullah,
Febrianti menyampaikan mencegah resistensi insulin berupa diet protein
hewani itu tidak berarti sama sekali setop makan ikan.
"Sebenarnya bukan berarti kita enggak boleh sama sekali makan ikan
dan udang. Apabila seorang dewasa makan cukup satu (porsi) protein
hewani dan nabati sehari, kebutuhan protein sudah tercukupi," jelas
Febrianti yang baru saja dipromosikan sebagai doktor bidang Ilmu Gizi
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Gedung IMERI FK-UI.
Resistensi insulin terjadi saat sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan
gula darah dengan baik. Kondisi ini mengakibatkan seseorang alami
gangguan metabolik.
Dalam penelitian Febrianti berjudul "Pengembangan Skor Risiko
Resistensi Insulin Menggunakan Indikator Diet dan Non Diet: Sebuah
Pendekatan Prevensi Diabetes Mellitus Tipe 2," mengonsumsi protein
hewani secara berlebihan termasuk salah satu faktor pemicu resistensi
insulin.
"Maksudnya pola makan protein hewani yang sampai tiga kali makan
sehari. Pola makan seperti ini yang menimbulkan risiko resistensi
insulin," ujar Febrianti.
Ia menekankan, pola makan sebaiknya juga seimbang. Jangan hanya fokus
pada makan nasi dan protein hewani atau nabati, melainkan sayuran dan
buah.
"Makan nasi, protein hewani, nabati, sayuran ditambah buah menjadikan
sehat. Risiko resistensi insulin dapat turun dibanding hanya makan nasi
dan ikan. Harus ada sayuran juga," tandas Febrianti.


0 comments: