Jumat, 15 November 2019

Prihatin resiko amputasi, dosen Unair ciptakan aplikasi Kaki Diabet Indonesia

NInews.Online - Penderita diabetes melitus sangat rentan akan resiko amputasi. Atas dasar rasa prihatin terhadap kondisi itu, dosen Universitas Airlangga (Unair) dr Niko Azhari Hidayat SpBTKV menciptakan aplikasi Kaki Diabet Indonesia.

Aplikasi Kaki Diabet Indonesia dikenalkan Kamis 14/11/2019 di Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi Unair bertepatan dengan peringatan Hari Diabetes Internasional.

dr Niko mengatakan aplikasi yang berfungsi untuk pencegahan akan penyakit kaki diabet, telah mendapat penghargaan Digital Health Initiative dalam Indonesia Healthcare Forum III. Diciptakannya Kaki Diabet karena banyaknya kasus diabetes melitus yang berujung pada amputasi.
“Sebelum ada aplikasi sudah ada banyak yang diamputasi karena diabetes melitus. Aplikasi ini mulai 2019 awal dikenalkan melalui sosial media dan telah mendapat banyak respons masyarakat,” ujarnya
Founder-CEO dari Vascular Indonesia ini mengungkapkan aplikasi Kaki Diabet memuat artikel terkait informasi terbaru tentang pemeriksaan ataupun screening Kaki Diabet di seluruh Indonesia. Informasi ini efektif untuk mewaspadai Kaki Diabet dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Aplikasi ini akan meningkatkan awarenes, sehingga penanganan akan diabetes bisa dilakukan sejak dini. Sebab sejauh ini banyak pasien diabet yang berobat saat penyakitnya sudah stadium lanjut.” jelas dr Niko.
Menurutnya aplikasi bisa juga sebagai pengingat jadwal berobat berobat atau jadwal cek gula darah bagi penderita diabet. Selain itu masyarakat bisa berkonsultasi langsung dengan dokter lewat live chat atau email. “Setidaknya masyarakat tidak perlu lagi bingung berkaitan dengan penyakit diabetes” jelas dr Niko
Aplikasi versi android ini berbasis website. Nantinya akan dikembangkan dengan menghimpun konten writer dan paramedis.
Dr Niko berharap pengembangan aplikasi ini bisa mengarah pada layanan pelanggan yang disediakan paramedis untuk penderita Kaki Diabet. “Kami juga ingin memasukkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi tingkat luka,” lanjut dr Niko.
Di kesempatan yang sama, koordinator inkubasi bisnis dan produk LPBI Unair Achsania Hendratmi mengapresiasi peluncuran aplikasi ini. Menurutnya, aplikasi ini sangat membantu masyarakat.
“Keberadaan Kaki Diabet sesuai dengan misi LPBI untuk mengatasi masalah yang ada di masyarakat. Ke depannya juga akan terus dilakukan pendampingan dan kami berusaha mempertemukan investor untuk pengembangannya,” ujar Achsania.

0 comments: